Bahasa dusner (Papua) dianggap bahasa setan dan hampir punah

Banyak hal yang menyebabkan hilangnya suatu bahasa di dalam masyarakat penuturnya. Kebanyakan akibat pengaruh sosial budaya, yang membuat bahasa ini sengaja dihilangkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

Sebagai contoh dua bahasa di Papua, bahasa Mansin dan Tandia. Dua bahasa ini hilang di tahun 1970an saat itu terjadi perubahan sosial besar-besaran di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

“Bahasa Mansin hilang sekitar sebelum tahun 1970 akibat perang suku. Bahasa Mansin beralih. Meski ada orang asli suku itu tapi mereka tidak bisa menuturnya,” kata Direktur Pusat Penelitian dan Budaya Papua, Andreas J Deda dalam sambungan telepon dengan merdeka.com, Minggu (5/5).

Berbeda dengan bahasa Mansin, bahasa Tandia hilang akibat jarangnya bahasa tersebut digunakan.

“Bahasa Tandia dianggap bahasa tabu dan banyak dilarang karena punya nilai kesakralan tinggi, para orang tua saat itu melarang,” ungkapnya lagi.

Kini para peneliti bahasa juga tengah mencoba melestarikan bahasa Dusner yang hanya menyisakan tiga penutur asli. Sejak dulu bahasa ini dilarang karena dianggap sebagai bahasa setan.

“Guru injil di sana melarang masyarakat menggunakan dusner karena bahasa itu termasuk bahasa setan, karena bahasa ini digunakan untuk berbicara dengan arwah nenek moyang. Jika mereka bicara bahasa itu dihukum direndam dia laut atau diikat di pohon kelapa. Dianggap termasuk bahasa kafir,” terang Andreas.

Sekurang-kurangnya Andreas dan Universitas Negeri Papua serta tim dari Jerman dan Oxford terus berupaya melestarikan bahasa yang hampir punah di Papua Barat. Sampai saat ini sudah 271 bahasa yang berhasil diteliti oleh tim ini kendati Andreas tetap mengeluhkan minimnya dukungan pemerintah.

“Kenyataan tidak ada aplikasi pemeliharaan bahasa seperti yang tertuang di dalam UU otonomi daerah. Saya sendiri melakukan penelitian kemajuan pembangunan daerah justru bekerja sama dengan Jerman dengan Oxford,” tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s